Halaman

Sabtu, 19 Oktober 2013

Lalu Beliau menghadap kiblat sambil membaca kalimat tauhid dan bertakbir tiga kali, bertahmid kepada ALLOH, lalu mengucapkan Laa ilaaha illaLLOOHU wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuh-yii wa yumiitu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir, laa ilaaha illaLLOOHU wahdahu laa syariika lah, anjaza wa'dah, wa nashoro 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah (Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan ALLOH semata, tidak ada sekutu bagi-NYA, yang memiliki kekuasaan, memiliki segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan, dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan ALLOH, yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-NYA, yang selalu menunaikan janji-NYA, yang selalu menolong hamba-NYA serta mengalahkan seluruh golongan musuh). Kemudian Beliau berdo'a di antara semua aktivitas tersebut. Beliau mengulangi do'a tersebut sebanyak tiga kali.

http://baitulkahfitangerang.blogspot.com/

http://www.bajaringantangerang.com/

sifat haji nabi, haji, info haji, rukun haji, manasik haji, onh, pengertian haji, haji dan umrah, panduan umrah, tabungan haji, doa haji, haji mabrur, tata cara umroh

Arsip Blog